Polresta Sorong Kota Intensifkan Patroli dan Edukasi Door-to-Door Guna Tekan Angka Kriminalitas

Kota Sorong – Menanggapi dinamika keamanan di wilayah hukum Kota Sorong, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan S.I.K, M.H melalui Kabag Ops ,Kompol H.A. Muhammad Nurul Yaqin, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah memperkuat berbagai langkah preventif dan represif guna memberikan rasa aman bagi warga, Salah satu fokus utama kepolisian saat ini adalah menekan angka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang masih menjadi tren kasus tertinggi di wilayah tersebut.

Dalam dialog “Halo RRI” yang dilaksanakan di Studio Pro-1 RRI Sorong pada Rabu (29/4/2026) dengan topik ‘Waspada tingkat kejahatan ditengah masyarakat di sorong-papua barat daya’, Kompol Yaqin mengungkapkan bahwa jajaran Polresta hingga Polsek telah diinstruksikan untuk meningkatkan intensitas patroli rutin serta melakukan aksi “hunting” oleh personel berpakaian preman untuk mengantisipasi tindak kriminal di titik-titik rawan. Kepolisian juga mengerahkan unit khusus seperti Tim Black Manta dari satuan Samapta yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat untuk menjangkau pemukiman yang sulit diakses oleh kendaraan besar.

“Kami berpacu dengan kegiatan di wilayah ini. Selain patroli, kami juga memaksimalkan kegiatan sambang ke tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk menciptakan situasi yang kondusif,” ujar Kompol Yaqin.

Tidak hanya sekadar patroli jalan raya, Polresta Sorong Kota juga menerapkan pendekatan unik melalui edukasi door-to-door. Personel kepolisian turun langsung ke perumahan dan rumah kos untuk mengingatkan warga agar tidak lalai dalam mengamankan kendaraan mereka. Kompol Yaqin menceritakan bagaimana anggotanya seringkali harus mengetuk pintu warga hanya untuk mengingatkan pemilik motor yang lupa mengunci stang kendaraannya.

Terkait isu pemalangan jalan yang kerap meresahkan pengguna jalan, Kompol Yaqin menjelaskan bahwa Kapolresta Sorong Kota selalu mengedepankan dialog kolaboratif dengan melibatkan lintas suku dan tokoh adat untuk menyelesaikan aksi tersebut secara damai, seperti yang telah dilakukan pada kasus pemalangan di Km-14.

Selain itu, pembangunan pos-pos keamanan di area tertentu, seperti di wilayah Victory, juga menjadi bagian dari strategi kemitraan antara polisi dan masyarakat melalui koordinasi dengan RT/RW setempat.

Menutup pernyataannya, Kompol Yaqin memberikan catatan evaluasi bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan, dukungan aktif dari masyarakat tetap menjadi kunci utama. “Kami dari kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kota Sorong,” pungkasnya.

sumber RRI Sorong – https://www.youtube.com/live/EBplr7DeDV0